Penarikan Kesimpulan, Alajabar Boolean dan Gerbang Logika

Share:
Matematika Diskrit 1A
Nama : Taufik Pratama
NIM   : 1801301072
Prodi  : Teknik Informatika 1A
Matkul : Matematika Diskrit

A.  Penarikan Kesimpulan
Dalam matematika diskrit terdapat beberapa cara penarikan kesimpulan, yaitu :
1.      Modus Ponens
2.      Modus Tollens
3.      Penambahan Disjungsi
4.      Penyederhanaan Konjungsi
5.      Silogisme Disjungsi
6.      Silogisme Hipotesis
7.      Dilema

Penjelasannya :
1. Modus Ponens
Modus ponens adalah metode penarikan kesimpulan apabila ada pernyataan "p → q" dan diketahui "p" maka bisa ditarik kesimpulan "q".
Contoh :
    p                    : Hari ini hari Kamis.
    q                    : Saya belajar Matematika Diskrit.
    p → q            : Jika hari ini hari kamis maka saya belajar Matematika Diskrit.
    p                    : Hari ini hari Senin.
    kesimpulan(q) : Saya belajar Matematika Diskrit.

2. Modus Tollens
Modus tollens adalah bentuk argumen yang valid dan aturan inferensiaa
Tabel kebenaran modus tollens ((p → q) ʌ -q) → -p:
p
q
P --> q
( P-->q ) ^ p
(( p-->q) ^ p) --> q
B
B
B
B
S
B
S
S
S
S
S
B
B
S
S
S
S
B
S
S

3. Penambahan Disjungsi
Penambahan disjungsi didasarkan pada fakta yakni jika suatu kalimat dihubungkan dengan "v" maka kalimat itu akan bernilai benar jika sekurang-kurangnya salah satu komponennya bernilai benar.
Contoh :
            p                  : Saya mengambil mata kuliah Logika Matematika.
           q                   : Saya mengambil mata kuliah Inferensia.
kesimpulan (p v q) : Saya mengambil mata kuliah Logika Matematika atau Inferensia.
Tabel kebenaran penambahan disjungsi (p ʌ q) → (p v q):
P
q
p ^q
pvq
( p^q) --> (pvq)
B
B
B
B
B
B
S
S
B
B
S
B
S
B
B
S
S
S
S
B

4. Penyederhanaan Konjungsi
Jika suatu kalimat dihubungkan dengan "ʌ" maka dapat diambil salah satu komponennya secara khusus.
Contoh :
p ʌ q                  : Saya mengambil mata kuliah Logika Matematika dan saya mengambil mata kuliah Gerbang Logika.
kesimpulan1     : Saya mengambil mata kuliah Logika Matematika dan Gerbang Logika.
Tabel kebenaran penyederhanaan konjungsi (p ʌ q) → p atau (p ʌ q) → q :
P
q
p ^q
pvq
( p^q) --> (pvq)
B
B
B
B
B
B
S
S
B
B
S
B
S
B
B
S
S
S
S
B

5. Silogisme Disjungsi
Silogisme disjungsi adalah penarikan kesimpulan dimana jika diberikan dua pilihan "p" atau "q" sedangkan "q" tidak dipilih maka kesimpulannya yang dipilih adalah "p".
    Contoh :
    p v q              : Bulan ini saya akan mudik ke Yogyakarta atau pergi ke Bali.
    - q                  : Bulan ini saya tidak pergi ke Bali.
    kesimpulan(p) : Bulan ini saya mudik ke Yogyakarta.
Tabel kebenaran silogisme disjungsi ((p v q) ʌ -q) → p  atau ((p v q) ʌ -p) → q:
P
q
P ^q
(p^q) àp
(p^q) àq
B
B
B
B
B
B
S
S
B
B
S
B
S
B
B
S
S
S
B
B

6. Silogisme Hipotesis
Silogisme Hipotesis adalah jika diketahui "p → q" dan "q → r" maka kesimpulannya "p → r".
    Contoh :
    p                              : Saya belajar.
    q                              : Saya bisa mengerjakan soal.
    r                               : Saya lulus ujian.
    p → q                      : Jika saya belajar maka saya akan bisa mengerjakan soal.
    q → r                       : Jika saya bisa mengerjakan soal maka saya lulus ujian.
    kesimpulan (p → r) : Jika saya belajar maka saya lulus ujian.
Tabel kebenaran silogisme hipotesis (p → q) ʌ (q → r) → (p → r):
P
q
P vq
~p
~q
(pvq)^ ~p
(pvq)^  ~p
((pvq)^ ~p)àq
((pvq)^ ~p)àp
B
B
B
B
B
S
S
B
B
B
S
B
B
S
S
B
B
B
S
B
B
S
B
B
S
B
B
S
S
S
B
S
S
S
B
B

7.      Dilema
Dilema adalah penarikan kesimpulan jika diketahui "p v q" dan "p → r" dan "q → r" maka kesimpulannya adalah "r".
Contoh :
           p                   : Hari ini Rizki ulang tahun.
q                   : Kemarin Bambang juara LKS nasional.
           r                    : Saya akan ditraktir makan bakso.
p v q             : Hari ini Rizki ulang tahun dan Kemarin Bambang juara LKS nasional.
p → r            : Jika hari ini Rizki ulang tahun maka saya akan ditraktir makan bakso.
q → r            : Jika kemarin Bambang juara LKS nasional saya akan ditraktir makan bakso.
kesimpulan(r) : Saya akan ditraktir makan bakso.
Tabel kebenaran dilema ((p v q) ʌ (p → r) ʌ (q → r)) → r:
p
q
R
P -->q
(P-->q)  ^ (q-->r)
p-->r
((p v q) ʌ (p → r) ʌ (q → r)) → r:
B
B
B
B
B
B
B
B
B
S
B
S
S
B
B
S
B
S
B
B
B
B
S
S
S
B
S
B
S
B
B
B
B
B
B
S
B
S
B
S
B
B
S
S
B
B
B
B
B
S
S
S
B
B
B
B

B.   Aljabar Boolean
Aljabar Boolean merupakan aljabar yang berhubungan dengan variabel-variabel biner dan operasi-operasi logik. Variabel-variabel diperlihatkan dengan huruf-huruf alfabet, dan tiga operasi dasar dengan AND, OR dan NOT (komplemen). Fungsi Boolean terdiri dari variabel-variabel biner yang menunjukkan fungsi, suatu tanda sama dengan, dan suatu ekspresi aljabar yang dibentuk dengan menggunakan variabel-variabel biner, konstanta-konstanta 0 dan 1, simbol-simbol operasi logik, dan tanda kurung.
Suatu fungsi Boolean bisa dinyatakan dalam tabel kebenaran. Suatu tabel kebenaran untuk fungsi Boolean merupakan daftar semua kombinasi angka-angka biner 0 dan 1 yang diberikan ke variabel-variabel biner dan daftar yang memperlihatkan nilai fungsi untuk masing-masing kombinasi biner.
Misalkan terdapat :
1. Terdapat "dan", "atau", "not".
2. 0 dan 1 adalah dua elemen yang berbeda.
3. Himpunan yang didefinisikan pada operator +, ×, dan ’.
Contoh NK dari :
1.  a + b 
A
Bb
A+B
1
1
1
1
0
1
0
1
1
0
0
0

2. (ab)'
A
B
AB
  (AB)
1
1
1
0
1
0
0
1
0
1
0
1
0
0
0
1

C.  Gerbang Logika
Gerbang logika hanya memiliki 2 kode simbol yaitu 0 dan 1 (beroperasi berdasarkan konsep sistem bilangan biner). Umumnya gerbang logika banyak dipergunakan sebagai komponen-komponan elektronika seperti dalam penggunaan Dioda, Integrated Circuit (IC), transistor, optik, relay, maupun elemen mekanikal.
Gerbang Logika AND
Prinsip Gerbang Logika AND
  • Gerbang logika AND terdiri dari dua masukan dan satu keluaran
  • Jika masukan bernilai benar maka keluaran bernilai benar
  • Jika masukan bernilai salah maka keluaran bernilai salah
Operasi Gerbang Logika AND
  • Jika masukan X dan Y keduanya bernilai 1 (HIGH), maka keluaran Z akan bernilai 1 (HIGH)
  • Jika salah satu masukan X atau Y atau keduanya bernilai 0 (LOW) maka keluaran Z akan bernilai 0 (LOW)
Gerbang Logika OR
Prinsip Gerbang Logika OR
  • Gerbang logika OR terdiri dari dua masukan dan satu keluaran
  • Jika salah satu masukan bernilai benar maka keluaran bernilai benar
  • Jika semua masukan bernilai salah maka keluaran bernilai salah
Operasi Gerbang Logika OR 
  • Jika masukan X atau Y atau keduanya bernilai 1 (HIGH), maka keluaran  Y akan bernilai 1 (HIGH)
  • Jika masukan X dan Y bernilai 0 (LOW) maka keluaran Y akan bernilai 0 (LOW)
Gerbang Logika NOT
Prinsip Gerbang Logika NOT
  • Gerbang logika NOT terdiri dari satu masukan dan satu keluaran
  • Jika masukan bernilai benar maka keluaran bernilai salah
  • Jika masukan bernilai salah maka keluaran bernilai benar
Operasi Gerbang Logika NOT
  • Jika masukan X bernilai 1 (HIGH), maka keluaran Y akan bernilai 0 (LOW) 
  • Jika masukan X bernilai 0 (LOW), maka keluaran Y bernilai 1 (HIGH)

Sumber :




Tidak ada komentar