Memiliki rumah
yang bagus, nyaman, aman dan asri sekiranya adalah dambaan semua orang. Dahulu
perspektif dasar rumah adalah ketika memiliki beberapa ruang untuk kebutuhan
keluarga dan tamu, namun kemudian muncul beberapa peralatan elektronik rumah
tangga seperti oven, TV, dan Air Conditioner (AC) yang telah hampir dimiliki di
setiap rumah umumnya. Begitu juga halnya dengan alat transportasi yang telah
mempermudah mobilitas manusia, yaitu mobil, dimana teknologi pendukungnya
selalu berkembang dengan inovasi baru. Kehadiran Internet of Things (IoT) telah
memberikan efek kepada peralatan elektronik
rumah tangga dan penggunaan mobil.
Sebelum kita
beranjak lebih jauh lagi, mungkin beberapa pembaca masih belum familiar betul
dengan apa sebenernya istilah Internet of Things (IoT) ini? Apa efek yang
diberikan kepada manusia? Internet of Things(IoT) saat ini juga sedang
digalakkan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI)
untuk meningkatkan produktivitas Industri 4.0. Secara umum, Kemenperin RI
menggambarkan IoT sebagai mesin yang terintegrasi jaringan internet dan
diaplikasikan ke dalam beberapa sektor Industri seperti makanan dan minuman,
kimia, tekstil, otomotif, dan elektronika.
Secara
sederhana, IoT adalah konsep yang pada dasarnya menghubungkan setiap alat
dengan tombol on dan off kepada internet atau sebaliknya. Hal ini termasuk
segala alat mulai dari telepon genggam, mesin pembuat kopi, mesin cuci,
headphone, lampu, dan alat elektronik lainnya. Teknologi ini juga dapat
diterapkan pada komponen mesin, contohnya mesin jet pesawat atau mesin bor pada
pengeboran minyak. Bahkan sebuah Perusahaan Analis Gartner mengatakan bahwa
pada tahun 2020 akan ada lebih dari 26 juta alat elektronik yang terkoneksi
dengan internet.
Rumah pintar
masa depan dapat didefinisikan dengan Intelligent building atau disebut juga
Building Automation Systems (BAS) yang mampu mengatur sistem pengatur udara,
ventilasi, dan penghangat atau Heating, Ventilation and Air Conditioning (HVAC
systems). Rumah modern otomatis tersebut dihubungkan dengan bluetooth,
wireless, atau internet sehingga memungkinkan untuk mengontrol berbagai
aktivitas domestik seperti mengatur mesin pembuat kopi ketika Anda ingin
sarapan, sistem pencahayaan ketika selepas Anda bekerja atau beristirahat di
malam hari, sistem pengaturan waktu pada jam digital dan keamanan serta alarm
kebakaran. Semua hal ini dapat dilakukan hanya dengan beberapa klik pada gadget
Anda, dan bukan tidak mungkin Anda bisa mengeprint materi yang diinginkan di
rumah walaupun Anda sedang berada di kantor.
Manfaat dari
penggunaan rumah pintar ini adalah menghemat waktu, biaya, dan menyediakan
kenyamanan dan keamanan. Teknik ini dapat mengurangi biaya operasi dan
meningkatkan efisiensi karena mampu mengontrol beberapa sistem dari satu sistem
interface yang terpusat. Hal ini juga mampu menghemat efisiensi energi karena
menyediakan multi kemampuan dalam penyimpanan energi, pelepasan beban dan
teknologi pemindahan material.
Perkembangan ini
akan membawa kepada bentuk komunikasi baru di antara manusia dan benda serta di
antara benda dan benda yang mungkin tidak pernah dipikirkan sebelumnya.
Aplikasi rumah pintar ini dilengkapi dengan jenis sensor yang berbeda, notasi
matematika, algoritma dan tentunya teknologi robot terapan yang mutakhir dimana
para desainer, insinyur, IT programmer bekerja sama dalam menentukan jenis
perintah dan kode yang tepat kepada program robot dan juga dapat digunakan
dengan mudah oleh penggunanya (friendly user).
Satu contoh
nyata yang dapat kita perhatikan
produknya saat ini adalah Vendor perangkat elektronik asal Italia , Candy,
yaitu, mesin cuci interaktif Bianca dan Watch & Touch oven 2. Fitur
tersebut menggunakan teknologi Simply-Fi yang dikombinasi dengan proximity
technology yang dapat mengontrol perangkat dari jarak jauh. Anda dapat mengatur
perangkat mesin cuci dengan fitur Talking Bianca untuk memilih program
pencucian yang tepat, selain itu juga terdapat layar touchscreen besar di pintu
oven sehingga Anda dapat mengawasinya dengan mudah. Berikut adalah
demonstrasi penggunaan kedua alat tersebut.
Beberapa
furnitur smart home bahkan telah dibanderol dengan kisaran harga tertentu di
platform belanja online. Berikut ini adalah beberapa alat elektronik yang sudah
mulai dipasarkan; Washing machine CandyBianca £ 349 (Rp. 6.645.065), Ring
doorbell, alarm yang akan memberikan peringatan melalui hp anda siapa
pengunjung yang datang, $99,99 (Rp 1.395.671),
Tado Smart Thermostat, pengatur
penghangat pintar £199 (3.786.840), Netatmo Welcome, kamera keamanan indoor, £
200 (3.808.060), Philips Hue, lampu pintar £ 60 (Rp 1.142.418), Google wifi
review, router pemancar wifi £ 129 (2.456.199), Google Home Mini, speaker
pengendali musik dan suara £49 (932.975), dan Amazon Echo Spot, jam alarm
pintar, £ 120 ( Rp 2.280.000).
Kemajuan
Internet of Things (IoT) lainnya adalah mobil tanpa kemudi (self-driving car)
yang dikendalikan melalui Wi-fi dan smartphone. Teknologi mobil pintar saat ini
setidaknya memiliki tiga domain utama: keselamatan & keamanan, irit bahan
bakar, dan infotainment & telematics.
Funsi Global
Positioning System (GPS) memang diakui sebagai teknologi navigasi untuk
kendaraan bermotor, namun kelebihan dari fitur infotainment & telematics
pada IoT Car adalah mampu menerima sinyal dari beberapa sistem satelit
(Glonass, Galileo, Beidou) untuk mengumpulkan data dari berbagai sensor
(akselerasi, kecepatan, sudut roda). Aspek tersebut digunakan untuk
meningkatkan waktu dan akurasi terhadap navigasi mobil. Hal ini membuat waktu
yang dulunya dihabiskan untuk mencari lokasi parkir mobil dapat dihemat sekitar
50 menit tiap harinya. Itu berarti lebih banyak waktu dialokasikan untuk
bekerja, membaca, berbincang dengan keluarga, atau hal lainnya dibanding harus
berfrustasi karena kemacetan di jalan.
Di sisi lain
setiap tahun 1,3 juta kematian terjadi disebabkan karena kecelakaan lalu
lintas. 90% jumlah kecelakaan ini disebabkan oleh human error, yang seringkali
disebabkan oleh stres, kelelahan, kesalahan mengemudi. Mobil pintar akan
mengambil alih hal ini dengan mengontrol dan mengoneksikan aplikasi dan sensor
yang memberi peringatan responsive terhadap perubahan kondisi jalan raya.
Dengan adanya
fitur keselamatan & keamanan pada IoT Car yang dilengkapi dengan sensor
pintar dapat membantu mendeteksi lingkungan di sekitar mobil. Terlebih lagi
pada kestabilan pengendalian, sistem rem anti-lock, kantung udara, penglihatan
malam, sistem kamera dan sensor yang dikembangkan akan membuat pendekatan
terintegrasi kepada tingkat keamanan yang lebih tinggi.Banyaknya fitur
keunggulan yang ditawarkan tersebut membuat, Austrin Russell, CEO dari Startup
Luminar di Silicon Valey, memprediksi bahwa mobil pintar yang terintegrasi
dengan IoT akan berharga sekitar $300.000 sampai $400.000 atau sekitar lima
milyar rupiah, sungguh fantastis.
Diluar dari
kecanggihan tersebut, ada hal menarik yang dapat kita simak ketika smart
technology berfungsi di luar kontrol. Salah satunya dapat kita temukan pada
film Holywood action movie, The Fate of Furious 8, dimana mobil pintar di jalan
raya dapat dihack oleh seseorang di belakang komputer.
Anak Bangsa yang
Mulai Mengembangkan Teknologi Internet of Things (IoT)
Di tengah
kemutakhiran dan kompleksitas teknologi IoT ini, telah hadir beberapa anak
bangsa yang mulai mengadaptasi teknologi tersebut ke dalam dunia nyata. Salah
satunya adalah Tim iFish, empat orang mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada
(UGM), Indonesia, yang berhasil menjadi Juara 1 dalam kompetisi “Cisco NetAcad
Asia Pacific & Japan Global Problem Solver Challenge 2017”. Tim ini mampu
mempresentasikan gagasannya dan berhasil menyisihkan 133 kompetitor lain.
Mereka mengajukan gagasan tentang pengintegrasian teknologi intensive
aquaculture dengan pertanian ikan nila lokal. Kemudian mereka mendapatkan
kesempatan untuk melakukan studi trip ke Sydney, Australia dan mengunjungi
Cisco Innovation Hub di kota Sydney pada bulan Februari 2018.




Tidak ada komentar