OPERATOR LOGIKA

Share:

Nama   : Taufik Pratama
NIM     : 1801301072
Prodi    : Teknik Informatika 1A
Matkul : MATDIS
  
MATEMATIKA DISKRIT
PROPOSISI

a)   Pengertian Proposisi
Proposisi adalah suatu kalimat yang memiliki nilai benar (true) atau salah (false) tetapi tidak memiliki nilai keduanya. Kalimat tanya atau perintah tidak dianggap sebagai proposisi karena nilai kebenarannya belum jelas atau menimbulkan ambiguitas (makna ganda). Dalam bahasa pemrograman nilai benar diwakili oleh angka 1 sedangkan nilai salah diwakili oleh angka 0.  
Unsur-unsur proposisi :
a.  Term subyek: hal yang tentangnya pengakuan atau pengikaran ditujukan. dalam sebuah proposisi disebut subyek dalam sebuah kalimat.
b. Term predikat: isi pengakuan atau pengingkaran itu sendiri. Term predikat dalam sebuah    proposisi adalah predikat logis, yaitu apa yang ditegaskan atau diingkari tentang subyek.
c.  Kopula: penghubung antara term subyek dan term predikat sekaligus memberi bentuk pada  hubungan yang terjadi.
Contoh proposisi :
- bung karno adalah adalah presiden pertama indonesia (Benar)
- 7 adalah bilangan genap (Salah)
- 33 x 3 = 99 (Benar)
- kota kembang adalah sebutan untuk kota jakarta (Salah)
- 17 < 20
Contoh yang bukan proposisi :
- nasi goreng sangat enak
- dimanakah kamu tinggal?
- mawar itu indah

b). Negasi
     Negasi atau ingkaran dari suatu pernyataan adalah pernyataan yang nilai kebenarannya berlawanan dengan pernyataan asalnya, negasi dari pernyataan p dinotasikan dengan ~p. Jika pernyataan p bernilai benar maka pernyataan ~p bernilai salah, begitu pun sebaliknya. Negasi dari suatu pernyataan berbeda-beda tergantung dari jenis pernyataannya. Negasi dari pernyataan tunggal cukup sederhana. Kita cukup membubuhkan kata "tidak" atau "bukan" untuk menyangkal atau mengingkari pernyataan asalnya. Sedangkan untuk negasi pernyataan majemuk dan negasi dari pernyataan berkuantor ada aturan tertentu untuk menentukan negasinya.

 

Konjungsi (^)

Dua pernyataan p dan q dapat digabungkan menjadi satu pernyataan majemuk menggunakan konjungsi menjadi p^q (dibaca “p dan q).

                                                                       Tabel kebenaran:
p
q
p^q
B
B
B
B
S
S
S
B
S
S
S
S

Disjungsi (V) 
      Dua pernyataan p dan q dapat di gabungkan menjadi satu pernyataan majemuk menggunakan disjungsi menjadi menjadi p v q (dibaca “p atau q”)
                                                                       Tabel kebenaran:
   P
    q
        p v q
B
B
B
B
S
B
S
B
B
S
S
S

     Implikasi (=>)

      Dua pernyataan p dan q dapat digabungkan menjadi pernyataan majemuk menggunakan disjungsi menjadi p => q (dibaca “jika p maka q”)
   Tabel kebenaran:
P
Q
p => q
B
B
B
B
S
S
S
B
B
S
S
B
bentuk-bentuk pernyataan majemuk : 
a.       q=> p      disebut konvers
b.      ~p=> ~q  disebut invers
c.       ~q=> ~p  disebut kontraposisi
 => q  ~q=> ~p disebut implikasi dengan ekuivalen dan kontraposisinya.

Biimplikasi (<=>)

Dua peryataan p dan q dapat digabungkan menjadi satu pernyataan majemuk menggunakan biimplikasi pó q .
       Tabel kebenaran:
P
q
p <=>q
B
B
B
B
S
S
S
B
S
S
S
B
    Contoh soal:
p : Saya memakai mantel
q : saya merasa dingin
maka, p => q = “Saya memakai mantel jika dan hanya jika saya merasa dingin”.

Pengertian kita adalah “Jika saya memakai mantel maka saya merasa dingin” dan juga “Jika saya merasa dingin maka saya memakai mantel”. Terlihat bahwa jika saya memakai mantel merupakan syarat perlu dan cukup bagi saya merasa dingin, dan saya merasa dingin merupakan syarat perlu dan cukup bagi saya memakai mantel. Terlihat bahwa kedua peristiwa itu terjadi serentak.
  Penjelasan contoh Soal :
Jika, p : Ima anak pandai, dan
        q : Ima anak cekatan.
maka p  q  : Ima anak pandai dan cekatan
Pernyataan p  q bernilai benar jika Ima benar-benar anak pandai dan benar-benar anak cekatan. Apabila p  q jika di negasikan menjadi ~p   ~q
  Maka ~p   ~q : Ima bukan anak pandai atau bukan cekatan

TAUTOLOGI, KONTRADIKSI, DAN KONTINGENSI

1)   Pengertian Tautologi
Adalah proposisi majemuk yang selalu bernilai benar untuk semua kemungkinan nilai kebenaran dari pernyataan-pernyataan kompenennya. Sebuah tautologi yang membuat pernyataan Implikasi disebut Implikasi Logis.
Contoh:
Perhatikan argument berikut:
“Jika Toni pergi kuliah, maka Dini juga akan pergi kuliah. Jika siska tidur, maka Dini pergi kuliah. Dengan demikian, jika Toni pergi kuliah atau Siska tidur, maka Dini pergi kuliah.”
Maka sekarang dapat ditulis :   
                                                                ((A à B) ^ (C à B)) à (A V C) à B.

A
B
C
A à B
C à B
((AàB) ^ (CàB)
A v C
(Av C)àB
SOAL
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
S
B
B
B
B
B
B
B
S
B
S
S
S
B
S
B
B
S
S
S
B
S
B
S
B
S
B
B
B
B
B
B
B
B
S
B
S
B
B
B
S
B
B
S
S
B
B
S
S
B
S
B
S
S
S
B
B
B
S
B
B
Dari table kebenaran di atas menunjukan bahwa peryataan ((A à B) ^ (C à B)) à (A V C) à B  adalah  Semua Benar (tautologi)

2)   Pengertian Kontradiksi
        Kontradiksi adalah proposisi majemuk yang selalu bernilai salah untuk semua kemungkinan kombinasi nilai kebenaran dari proposisi-proposisi nilai pembentukan.
  Contoh dari kontradiksi:
                                  P ^ (~ p ^ q ) 
   P
  Q
  ~p
   (~ p ^ q )
   P ^ (~ p ^ q )
B
B
S
S
S
B
S
S
S
S
S
B
B
B
S
S
S
B
S
            S         






Ini adalah tabel kebenaran yang menunjukan kontradiksi dengan alasan. Yaitu semua pernyataan bernilai Salah (kontradiksi).
3)   Pengertian Kontingensi
       Kontingensi adalah suatu ekspresi ligika yang mempunyai nilai benar dan salah di dalam table kebenarannya, tanpa memperdulikan nilai kebenarannya dari proposisi-proposisi yang berada di dalamnya. Ini termasuk bentuk campuran dari nilai Benar (B) dan Salah (S).
Contoh dari kontingensi:
                 P v Q à R
P
Q
R
P v Q
(P v Q) à R
B
B
B
B
B
B
B
S
B
S
B
S
B
B
B
B
S
S
B
S
S
B
B
B
B
S
B
S
B
S
S
S
B
B
B
S
S
S
S
B
Ini adalah table kebenaran yang menunjukan kontingensi dengan alasan. Yaitu semua pernyataan bernilai Benar dan Salah (kontingensi).
      
EKUVALENSI


1)   Pengertian Ekuialensi
      Dua pernyataan tersebut dikatakan ekuivalensi jika untuk semua kemungkinan nilai kebenaran komponen-komponen mempunyai nilai yang sama.
              Tabel Kebenaran:
B
B
S
B
B
B
B
S
B
B
B
S
S
S
S
S
B
B
B
B
S
S
B
B
B
  Ini adalah table kebenaran yang menunjukan ekuivalensi dengan alasan. yaitu semua pernyataan bernilai Sama.
Bentuk Logika Ekuivalensi 
a.    Hukum Komutatif
a)      p ^ q ≡ q ^ p
b)      p v q ≡ q v p
b.   Hukum Asosiatif
a)      ( p ^ q) ^ r ≡ p ^ (q ^ r)
b)      ( p v q) v  r ≡ p v (q v r)
c.    Hukum Distributif
a)      p  ^ (q v r) ≡ (p ^ q) v (p ^ r)
b)      p  v (q ^ r) ≡ (p v q) v (p v r)
d.   Hukum de Morgan
a)      ~ (p ^ q) ≡ ~p v  ~q
b)      ~ (p v q) ≡ ~p ^ ~q
c)      ~ (p à q) ≡ ~p ^ ~q
d)     p à q ≡ ~p v  ~q
DAFTAR PUSTAKA :


Tidak ada komentar