Traveloka Dan PegiPegi Bercerita Tentang Bagaimana Mereka Memanfaatkan Big Data
Pemanfaatan big data di kalangan penyedia jasa
Travel atau Pixabay
Personalisasi data banyak digunakan di
banyak bisnis sekarang ini. Salah satu bisnis yang memanfaatkan data untuk
improvisasi dan meningkatkan kepuasan penggunanya adalah bisnis travel. Di
Indonesia, Pegipegi dan Traveloka sudah melakukan hal tersebut. Keduanya
memanfaatkan data untuk menghadirkan beberapa penawaran menarik dan juga
membaca kebutuhan para penggunanya.
Untuk segmen travel data diperlukan
untuk melacak kebiasaan dan kebutuhan pengguna. Dengan demikian penyedia jasa
travel bisa dengan mudah menawarkan sesuatu yang berkaitan, dekat, dan sesuai
dengan apa yang dibutuhkan oleh pengguna. Dari segi bisnis di dalamnya (hotel,
tiket, dan wisata) ini juga bisa menguntungkan. Karena mereka dapat menyasar
langsung pelanggan dengan kriteria yang sama.
Kami mencoba mendapatkan informasi dari
beberapa penyedia layanan travel di Indonesia seperti Traveloka dan Pegipegi
terkait penggunaan data ini.
“Kami percaya big data adalah kunci
untuk memahami apa yang dibutuhkan pelanggan kami. Dengan menganalisis big
data, kami dapat mengetahui pola, trend, preferensi dan kebiasaan pelanggan
sehingga kami dapat memberikan produk dan layanan terbaik yang sesuai dengan
kebutuhan mereka,” terang Communications Executive Traveloka Busyra Oryza.
Hal yang senada juga diungkapkan pihak
Pegipegi. Public Relations & Media Office Pegipegi Devi Agustina bahkan
mengandaikan data sebagai sebuah harta karun. Data tersebut dijadikan sebagai
bahan untuk pengambilan keputusan untuk mengembangkan bisnis yang ada.
“Setiap data yang ada di Pegipegi bagi
kami seperti sebuah harta karun. Data ini dapat menjadi referensi bagi
manajemen dalam menyusun strategi pemasaran, membuat program promosi dengan
partner, serta untuk memprediksi trend dan kebutuhan customer Pegipegi,” terang
Devi.
Upaya Mengoptimalkan Big Data
Meski dinilai banyak manfaatnya
penerapan big data tidaklah muda, setidaknya butuh investasi dan teknologi yang
mumpuni untuk membangun teknologi yang mumpuni. Di Traveloka misalnya,
diceritakan Busyra, penerapan big data merupakan sebuah tantangan sehingga
pihaknya perlu membangun sebuah tim yang solid baik untuk data engineering
maupun software engineering. Orang-orang di dalamnya pun disebutkan orang-orang
berprestasi seperti lulusan mahasiswa
unggulan yang berprestasi, alumni perusahaan Silicon Valley, dan beberapa
ahli di berbagai bidang disiplin ilmu.
Tak jauh beda, Pegipegi pun dikisahkan
telah mengembangkan sebuah sistem terintegrasi yang mampu meng-handle data-data
yang ada untuk selanjutnya diolah untuk mendapatkan wawasan yang bisa digunakan
sebagai pertimbangan sebelum mengambil keputusan.
Apa yang dilakukan keduanya pun juga
dilakukan oleh beberapa perusahaan level internasional yang berada di segmen
travel. Disebutkan dalam sebuah artikel, AirBnb juga menerapkan big data yang
dikombinasikan dengan sebuah algoritma yang mampu mencocokkan preferensi
hostdan tamu sehingga bisa mendapatkan hasil yang memuaskan bagi kedua belah
pihak.
Hasil Pemanfaatan Data
Dari informasi yang didapat DailySocial,
Traveloka dan Pegipegi sudah beberapa kali mengeluarkan fitur atau layanan yang
berdasarkan data-data yang dimiliki. Fitur tersebut beragam. Untuk Traveloka,
buah analisis data dihadirkan melalui fitur Notifikasi Harga yang saat ini bisa
ditemukan di aplikasi Android dan iOS mereka. Fitur ini menyuguhkan hasil olahan
ribuan data harga tiket pesawat setiap harinya untuk dihadirkan ke pelanggan.
Berkat kemudahan yang ditawarkan, saat
ini fitur Notifikasi Harga merupakan salah satu fitur yang paling banyak
digunakan pelanggan Traveloka.
Untuk Pegipegi, hasil dari analisis data
membuahkan fitur personal newsletter yang disesuaikan dengan kebiasaan dan
karakteristik pelanggan. Selain itu ada juga notifikasi promo dan penawaran
paket wisata yang didasari data-data kebiasaan pelanggan-pelanggan mereka dalam
bertransaksi.
Memasuki era digital data-data digital
seolah menjadi bahan bakar baru bagi bisnis, terlebih bisnis digital. Apa yang
dilakukan Traveloka dan Pegipegi sangat mungkin juga diterapkan oleh perusahaan
online travel lainnya.
Source:
https://dailysocial.id/post/startup-travel-big-data/


Tidak ada komentar